.

.

.

.
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Dakwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Dakwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

Contoh Makan Rasulullah dan Kegiatan Selama 3 Hari

            Keluar 3 hari di untuk memperbaiki diri dan iman saya diajarkan cara dan adab makan yang di lakukan Rasulullah. Diantara adab makan yaitu 
1. Membasuh tangan di air yang mengalir atau yang di alirkan.Untuk menghilangkan kotoran.
2. Membaca doa makan kemudian makan buah dan setelah itu mencicipi garam sedikit sebelum makan nasi. Untuk melancarkan pencernaan.
3. Sebainya makan berjemaah atau rame - rame . Untuk menyatukan hati
4. Menggunakan alas tempat makanan yang bersih ( saprah ). Agar makanan yang jatuh tetap bersih dan dapat diambil kembali ( tidak mubassir).
5. Mensukuri makanan dan tidak mencelanya pada saat makan. Karna sesungguhnya itulah riski dari Allah.
6. Dalam makan berjemaah hendaknya tidak rakus. Agar semua orang yang ikut makan dapat kebagian.
7. Menggunakan tangan kanan tampa menggunakan sendok. Ensim di tela[ak tangan dapat mempercepat penernaan.
8. Saat makan duduk dengan duduk iftiras. Agar rongga perut dapat dibagi untuk makanan dan untuk udara.


 
 
 Petugas masak lagi siapkan makanan untuk sarapan, petugas ini di pilih bergiliran tiap hari



 Kegiatan Taklim Wa Taklum dilakukan pada pagi hari antara lain mendengar hadis dan ayat Al Quran untuk menigkatkan iman dan semangat beribadah.

 setelah shalat duhur atau ashar 2 orang keluar belajar berdakwa mengajak orang ke mesjid dan menyampaikan ajaran Rasulullah


Rombongan Jaulah telah kembali kemesjid, Tugasnya menyampaikan kepada orang - orang pentingnya iman dan amal, selain itu mengajak orang untuk shalat di mesjid dan mendegarkan ceramah.


 Foto saat selesai ittikaf 3 hari di mesjid sidrap
 

Kamis, 22 Juli 2010

Sejarah Jema'ah Tabligh


Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India. Nama Jama’ah Tabligh hanyalah merupakan sebutan bagi mereka yang sering menyampaikan, sebenarnya usaha ini tidak mempunyai nama tetapi cukup Islam saja tidak ada yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan seandainya aku harus memberikan nama pada usaha ini maka akan aku beri nama “gerakan iman”. Ilham untuk mengabdikan hidupnya total hanya untuk Islam terjadi ketika Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji kedua-nya  pada tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (dalam bahasa Urdu), yang artinya ‘Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari’ah seperti yang dicontohkan Rasulullah)’. Tabligh resminya bukan merupakan kelompok atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yang menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya.